Dana UNRWA Disetop karena Staf Diduga Terlibat dalam Serangan Hamas ke Israel, RI: Setiap Tuduhan Harus Dibuktikan : Okezone News

JAKARTA Indonesia angkat bicara terkait tuduhan Israel soal keterlibatan staf badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau UNRWA dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu.

Kementeria Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan setiap tuduhan harus dibuktikan. Karena itu, investigasi yang menyeluruh, kredibel dan transparan harus dilakukan.




“Sekjen PBB telah menginstruksikan Office of Internal Oversight Service (OIOS) untuk melakukan investigasi. Kita tunggu hasilnya,” terang juuru bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal melalui siaran pers.

Di sisi lain, Indonesia menyayangkan keputusan sejumlah negara donor yang langsung menunda dukungan keuangan kepada UNRWA sebelum tuduhan itu dibuktikan.

Hal ini dinilai akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang saat ini sudah sulit.

Seperti diketahui, semakin banyak negara yang menghentikan pendanaan untuk UNRWA yang yang beroperasi di Gaza, seiring dengan semakin parahnya krisis akibat dugaan peran beberapa staf dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Beberapa negeri yang menyetop dananya yakni Jepang, Austria, Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Italia.

Baca Juga: intip-menu-andalan-bakerzin-dan-dapatkan-promo-spesial-bri-sekarang-juga?utm_source=okezone.com&utm_id=intip-menu-andalan-bakerzin-dan-dapatkan-promo-spesial-bri-sekarang-juga


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

UNRWA mengatakan kepada BBC bahwa mereka “sangat putus asa” karena kebutuhan kemanusiaan di Gaza terus meningkat dari waktu ke waktu.

Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC bahwa tuduhan tersebut sangat serius.

Baca Juga  Kekasihnya Diejek dan Ditawar Rp5.000, Seorang Pemuda Bacok Pria Paruh Baya : Okezone Megapolitan

“Kami sangat putus asa. Hal ini terjadi pada saat kebutuhan kemanusiaan di Gaza semakin meningkat,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia sendiri telah mengunjungi wilayah tersebut minggu lalu.

“Orang-orang terus mengungsi. Orang-orang kelaparan. Waktu terus berjalan cepat menuju kelaparan,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *