Fosil Jejak Kaki Berjari Tiga Ditemukan di Afrika, Milik Burung Purba Berusia 210 Juta Tahun? : Okezone Travel

SEBUAH fosil jejak kaki berjari tiga mirip burung ditemukan di Afrika Selatan. Jejak kaki tersebut diperkirakan berusia 210 juta tahun yang berasal dari zaman Trias akhir.

Melansir Interesting Engineering, fosil jejak kaki berjari tiga ini diduga milik Trisauropodiscus. Fosil tersebut ditemukan di berbagai situs di wilayah Afrika bagian Selatan.

Jejak kaki ini diidentifikasi sebagai jejak kaki mirip burung tertua yang pernah ditemukan, mendahului fosil kerangka burung paling awal yang diketahui berusia sekitar 60 juta tahun.

Namun, para ahli mempertanyakan jenis hewan apa yang meninggalkan jejak tersebut selama bertahun-tahun.

(Foto: Abrahams via Eureka Alert)

Para ilmuwan masih berupaya mengetahui jumlah spesies berbeda (secara teknis disebut inchospecies) dari Trisauropodiscus yang ada.

Untuk melakukannya, mereka menggunakan jejak fosil yang ditemukan di lapangan, serta fosil lain dari koleksi museum dan foto.

Setelah melakukan analisis, terungkap dua morfologi utama Trisauropodiscus, satu mirip dengan jejak kaki dinosaurus non-unggas, dan yang kedua mirip dengan jejak kaki burung. Jejak tersebut tidak cocok dengan fosil hewan manapun yang diketahui.


Follow Berita Okezone di Google News


Peneliti menyebut, jejak Trisauropodiscus diketahui dari banyak situs di Afrika bagian selatan yang berasal dari sekitar 215 juta tahun yang lalu.

“Bentuk jejaknya konsisten dengan jejak fosil burung yang modern dan lebih baru, tetapi kemungkinan besar itu adalah dinosaurus berkaki mirip burung yang dihasilkan Trisauropodiscus,” ungkap dosen ilmu geologi Universitas Cape Town, Afrika Selatan, Dr. Miengah Abrahams.

Infografis Gua Penuh Misteri di Indonesia

Pada 29 November 2023 lalu, Dr. Miengah Abrahams berserta rekannya mempublikasikan detail jejak kaki tersebut dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh PLOS One.

Baca Juga  Budiman Sudjatmiko Hadir Dalam Deklarasi Relawan Prabowo, PDIP Beri Sindiran

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *