Menilik Rentang Waktu Pertemuan Firli dan SYL di Lapangan Bulutangkis : Okezone Nasional

Berita42 Dilihat

JAKARTA – Beredar foto pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri dengan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di lapangan bulutangkis. Foto tersebut beredar saat Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terkait penanganan kasus di Kementan.




Firli Bahuri mengungkapkan pertemuan terjadi pada 2 Maret 2022. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut terjadi jauh sebelum KPK menyelidiki dugaan korupsi di lingkungan Kementan. Terlebih, pertemuan itu disaksikan banyak orang.

“Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa, perkara di Kementerian Pertanian ini mulai masuk ke tahap penyelidikan oleh KPK pada sekitar Januari 2023,” kata Firli Bahuri melalui keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:

KPK Tangkap Syahrul Yasin Limpo di Apartemen Kebayoran Baru 

“Sedangkan pertemuan di Lapangan Bulutangkis antara saya dengan Menteri Pertanian saat itu, Saudara Syahrul Yasin Limpo, terjadi sebelum periode tersebut, tepatnya yaitu sekitar pada tanggal 2 Maret 2022. Dan itupun beramai – ramai ditempat terbuka,” sambungnya.

Firli memastikan bahwa pertemuan tersebut terjadi saat SYL belum berstatus tersangka ataupun pihak-pihak yang berperkara. Firli juga menegaskan bahwa kehadiran SYL di lapangan bulutangkis bukan atas undangan dirinya.

“Kejadian tersebut pun, bukan atas inisiasi atau undangan saya. Gal ini sebagaimana kami jelaskan sebelumnya pada 5 Oktober 2023 lalu, bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidaklah benar,” ucapnya.

BACA JUGA:

Ditangkap KPK, SYL Baru Terima Surat Panggilan Kedua Tadi Sore 

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon Kurnia Palma ikut mengomentasi soal pertemuan Firli dengan SYL. Dia menegaskan, jika saat pertemuan SYL belum berperkara, maka tidak ada masalah.

Alvon meminta masyarakat tidak langsung menghakimi Firli maupun Syahrul dengan foto yang sudah beredar itu. Apalagi, saat ini banyak pihak mengarahkan pertemuan tersebut dengan skandal pemerasan. Ia menyebut tuduhan pemerasan itu tidak bisa sembarangan dicetuskan. Apalagi, jika tidak ada bukti pendukung lain.

Baca Juga  Rencana Delisting Sukarela, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim META : Okezone Economy

“Apakah ada relasi atau hubungan atau setidaknya alat bukti berupa keterangan saksi atau dokumen yang menyatakan bahwa pertemuan itu adalah dalam rangka penyerahan uang,” Alvon Kurnia Palma melalui keterangan tertulis, Kamis (12/10/2023).


Follow Berita Okezone di Google News


Pendalaman maksud dan bukti pendukung atas foto tersebut dinilai penting untuk ditelusuri. Nantinya, kata Alvon, duduk perkara pertemuan bakal terungkap.

“Sepertinya itu adalah pertanyaan awal yang harus diajukan terlebih dahulu untuk dapat menjelaskan dan menghubungkan antara peristiwa dengan suatu dugaan tindak pidana,” kata Alvon.

Alvon menilai unsur larangan insan KPK bertemu dengan pihak berperkara bakal gugur jika kejadian dalam foto itu sebelum kasus di Kementan diusut. Terlebih, lembaga ntirasuah sudah mengakui penyelidikan kasus itu dimulai pada Januari 2023.

“Jika lihat unsur pasal terkait dengan foto itu harus jelas dulu tuh timeline peristiwanya,” beber Alvon.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *